China Halangi Kecaman Dewan Keamanan PBB pada Kudeta Myanmar
Rabu, 03 Februari 2021 - 14:06 WIB
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bertemu pada Selasa (2/2) tetapi gagal menyetujui pernyataan bersama setelah China tidak mendukungnya.
Baca juga: Protes Kudeta, Para Dokter di 70 Rumah Sakit Myanmar Mogok Kerja
Pernyataan bersama membutuhkan dukungan China yang memegang hak veto sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Baca juga: Biden Terpukul oleh Kudeta Militer, AS Tinjau Bantuan untuk Myanmar
Menjelang perundingan, Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Christine Schraner mengutuk keras kudeta militer yang terjadi setelah tentara menolak menerima hasil pemilu yang diadakan pada November.
Lihat video: Pengungsi Rohingya Tewas Gantung Diri di Pondok Penampungan
“Jelas bahwa hasil pemilu baru-baru ini adalah kemenangan telak bagi partai Suu Kyi,” ujar dia.
"Melalui kebijakan luar negeri yang setara dengan penerangan gas, China tampaknya memberi isyarat dukungan diam-diam, jika bukan dukungan tegas, atas tindakan para jenderal," ujar pakar Myanmar Elliott Prasse-Freeman, dari Universitas Nasional Singapura, kepada BBC.
Baca juga: Protes Kudeta, Para Dokter di 70 Rumah Sakit Myanmar Mogok Kerja
Pernyataan bersama membutuhkan dukungan China yang memegang hak veto sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Baca juga: Biden Terpukul oleh Kudeta Militer, AS Tinjau Bantuan untuk Myanmar
Menjelang perundingan, Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Christine Schraner mengutuk keras kudeta militer yang terjadi setelah tentara menolak menerima hasil pemilu yang diadakan pada November.
Lihat video: Pengungsi Rohingya Tewas Gantung Diri di Pondok Penampungan
“Jelas bahwa hasil pemilu baru-baru ini adalah kemenangan telak bagi partai Suu Kyi,” ujar dia.
"Melalui kebijakan luar negeri yang setara dengan penerangan gas, China tampaknya memberi isyarat dukungan diam-diam, jika bukan dukungan tegas, atas tindakan para jenderal," ujar pakar Myanmar Elliott Prasse-Freeman, dari Universitas Nasional Singapura, kepada BBC.
Lihat Juga :