Suu Kyi Dikudeta dan Ditahan, Pengungsi Muslim Rohingya Bersukacita

Selasa, 02 Februari 2021 - 17:58 WIB
"Dia adalah alasan di balik semua penderitaan kami. Mengapa kita tidak merayakannya?," kata pemimpin komunitas Rohingya, Farid Ullah, kepada AFP dari Kutupalong—pemukiman pengungsi terbesar di dunia.

Mohammad Yusuf, seorang pemimpin di kamp tetangga Balukhali, mengatakan: "Dia adalah harapan terakhir kami, tetapi dia mengabaikan penderitaan kami dan mendukung genosida terhadap Rohingya."

"Beberapa orang Rohingya mengadakan doa khusus untuk menyambut 'keadilan' yang diberikan kepada pemenang Hadiah Nobel Perdamaian," kata Mirza Ghalib, seorang pengungsi di kamp Nayapara.

"Jika otoritas kamp mengizinkannya, Anda akan melihat ribuan Rohingya keluar dalam pawai perayaan," katanya kepada AFP,yang dilansir Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Jenderal Min Aung Hlaing: Membantai Rohingya, Mengkudeta Aung San Suu Kyi

Maung Kyaw Min, juru bicara Serikat Mahasiswa Rohingya yang berpengaruh, mengatakan sekarang ada peningkatan harapan bahwa Rohingya dapat kembali ke desa mereka di Myanmar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!