AS Serukan Penarikan Pasukan Rusia dan Turki dari Libya

Jum'at, 29 Januari 2021 - 19:21 WIB
Tentara bayaran di Libya termasuk beberapa ribu masing-masing dari Suriah dan Sudan serta seribu dari Chad, kata seorang diplomat tanpa menyebutkan nama.

Pernyataan Mills mengisyaratkan nada yang lebih jelas dalam kebijakan AS di bawah Biden. Saat berkuasa, pendahulunya Donald Trump pada satu titik tampaknya mendukung Haftar, meskipun kebijakan resmi AS di akhir pemerintahannya adalah bahwa semua pejuang asing harus pergi sejalan dengan perjanjian yang didukung PBB.

Pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, sebagian besar anggota juga menyerukan penarikan pasukan asing dari Libya dan penghormatan terhadap embargo senjata yang berlaku sejak 2011.

Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia dalam sambutannya kepada Dewan Keamanan PBB tidak menyebutkan keberadaan pasukan asing.

Baca juga: Turki Latih Militer Libya dalam Keahlian Perang Bawah Laut

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyerukan penarikan para pasukan.

"Sangat penting bahwa semua pasukan asing dan semua tentara bayaran asing pindah dulu ke Benghazi serta ke Tripoli dan, dari sana, mundur dan meninggalkan Libya sendirian, karena Libya telah membuktikan bahwa, dibiarkan sendiri, mereka mampu mengatasi masalah mereka," ujarnya.

Dalam sebuah deklarasi yang diadopsi dengan suara bulat oleh 15 anggota Dewan Keamanan pada Kamis waktu setempat - termasuk Rusia - panel menyerukan penarikan semua pasukan asing dan tentara bayaran dari Libya tanpa penundaan lebih lanjut.

PBB mengatakan embargo senjata dilanggar saat pesawat kargo tiba dengan senjata untuk kedua pihak yang bertikai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!