Pengiriman Tersendat, UE Serukan Transparansi dari Produsen Vaksin Covid-19
Senin, 25 Januari 2021 - 17:34 WIB
Perusahaan bioteknologi Pfizer/BioNTech mengumumkan pekan lalu bahwa mereka akan memperlambat pengiriman vaksin ke Eropa untuk sementara. Perusahaan menjelaskan penundaan tersebut dengan keputusan perombakan kapasitas untuk meningkatkan produksi jangka panjang.
Pada hari Jumat, AstraZeneca juga berjanji untuk mengirimkan jumlah yang lebih kecil dari yang semula disetujui karena hasil yang berkurang di lokasi manufaktur.
Pengumuman AstraZeneca itu dilakukan bahkan sebelum pengiriman dimulai, karena Badan Pengobatan Eropa baru akan memutuskan apakah mereka akan memberikan izin kepada vaksin itu pada pekan ini.Baca juga: Vaksin Sinovac Aman, Belum Ditemukan KIPI usai Vaksinansi
UE sendiri, yang memiliki populasi 450 juta, diketahui membuat perjanjian dengan enam produsen vaksin, yakni Pfizer / BioNTech, Moderna, AstraZeneca, CureVac, Johnson & Johnson, dan Sanofi / GlaxoSmithKline, untuk membeli sekitar 2,3 miliar dosis vaksin.
Pada hari Jumat, AstraZeneca juga berjanji untuk mengirimkan jumlah yang lebih kecil dari yang semula disetujui karena hasil yang berkurang di lokasi manufaktur.
Pengumuman AstraZeneca itu dilakukan bahkan sebelum pengiriman dimulai, karena Badan Pengobatan Eropa baru akan memutuskan apakah mereka akan memberikan izin kepada vaksin itu pada pekan ini.Baca juga: Vaksin Sinovac Aman, Belum Ditemukan KIPI usai Vaksinansi
UE sendiri, yang memiliki populasi 450 juta, diketahui membuat perjanjian dengan enam produsen vaksin, yakni Pfizer / BioNTech, Moderna, AstraZeneca, CureVac, Johnson & Johnson, dan Sanofi / GlaxoSmithKline, untuk membeli sekitar 2,3 miliar dosis vaksin.
(esn)
Lihat Juga :