Roket Misi Bulan China Jatuh Tak Terkontrol Dekat Mauritania

Jum'at, 15 Mei 2020 - 21:45 WIB
Jatuhnya serpihan benda antariksa dan sisa roket itu hampir selalu direncanakan oleh para operator, tapi kadang dikontrol saat kembali ke Bumi, hingga pendaratan tak terkontrol seperti ini jarang terjadi.

Sebagian besar pendaratan tak terkontrol dialami oleh roket Rusia, Salyut 7 pada 1991, yang berbobot 39 ton.

China mengalami kemajuan dalam program antariksa selama beberapa tahun terkahir, terutama untuk menyaingi AS. (Baca Juga: Jepang Mulai Keluar dari Darurat Virus, Tokyo Masuki ‘Normal Baru’)

Beijing juga bekerja sama dengan negara-negara Timur Tengah saat Iran dan Arab Saudi juga turut dalam perlombaan antariksa.

Iran meluncurkan satelit pertama ke orbit bulan lalu. AS mencurigai ambisi antariksa Iran itu sebagai bagian dari pengembangan teknologi rudal jarak jauh. (Baca Juga: Trump Tak Mau Bicara dengan Xi, Bisa Putus Hubungan dengan China)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!