Jepang Mulai Keluar dari Darurat Virus, Tokyo Masuki ‘Normal Baru’
Jum'at, 15 Mei 2020 - 18:15 WIB
loading...
Layar besar menampilkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di distrik hiburan Kabukicho, Tokyo, Jepang. Foto/REUTERS/Issei Kato
A
A
A
TOKYO - Sebagian besar wilayah Jepang mulai keluar dari status darurat pada Jumat (15/5). Gubernur Tokyo meminta warga bersiap untuk “normal baru” saat pembatasan masih berlaku di ibu kota dan kota-kota besar.
Softbank Corp dan McDonald di Jepang akan mulai kembali beroperasi normal di 39 wilayah Jepang yang sudah keluar dari deklarasi darurat. Sebanyak 39 dari 47 wilayah itu mencakup sekitar 55% dari total populasi Jepang sebanyak 126 juta.
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe mencabut status darurat untuk wilayah itu pada Kamis (14/5) namun pusat kota Tokyo, Osaka dan enam wilayah lain masih tetap menerapkan pembatasan hingga dapat mengendalikan wabah.
Status darurat memberi wewenang pada gubernur untuk mengharuskan warga tetap di rumah, menutup sekolah dan bisnis. Namun tak ada hukuman bagi warga yang tidak patuh.
“Bahkan di daerah-daerah di mana status darurat telah dicabut, kita akan melihat orang enggan bergerak antar wilayah sebanyak mungkin, paling tidak selama bulan ini,” ujar Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga.
Softbank Corp dan McDonald di Jepang akan mulai kembali beroperasi normal di 39 wilayah Jepang yang sudah keluar dari deklarasi darurat. Sebanyak 39 dari 47 wilayah itu mencakup sekitar 55% dari total populasi Jepang sebanyak 126 juta.
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe mencabut status darurat untuk wilayah itu pada Kamis (14/5) namun pusat kota Tokyo, Osaka dan enam wilayah lain masih tetap menerapkan pembatasan hingga dapat mengendalikan wabah.
Status darurat memberi wewenang pada gubernur untuk mengharuskan warga tetap di rumah, menutup sekolah dan bisnis. Namun tak ada hukuman bagi warga yang tidak patuh.
“Bahkan di daerah-daerah di mana status darurat telah dicabut, kita akan melihat orang enggan bergerak antar wilayah sebanyak mungkin, paling tidak selama bulan ini,” ujar Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga.
Lihat Juga :