Gadis 12 Tahun Diculik, Diperkosa dan Dirantai di Kandang Sapi Selama 5 Bulan
Kamis, 21 Januari 2021 - 14:05 WIB
Badan amal Aid to the Church in Need mengatakan kasus itu menimbulkan pertanyaan bagaimana Inggris membelanjakan bantuan luar negerinya, dengan lebih dari £300 juta untuk Pakistan.
Baca juga: Putri Soleimani pada Trump yang Lengser: Anda Bunuh Ayah Saya, tapi Hidup Ketakutan
Badan amal tersebut mengatakan pemerintah Inggris harus berbuat lebih banyak untuk mengatasi penganiayaan terhadap orang Kristen di luar negeri daripada mendukung rezim di mana pernikahan anak terjadi.
"Memaksa perempuan dan anak perempuan untuk menikah adalah pelanggaran hak asasi manusia yang serius yang merampas hak mereka untuk memilih masa depan mereka sendiri," kata Kantor Luar Negeri Inggris melalui seorang juru bicaranya kepada The Telegraph.
"Inggris memimpin dalam menangani praktik ini di seluruh dunia," ujarnya.
Baca juga: Putri Soleimani pada Trump yang Lengser: Anda Bunuh Ayah Saya, tapi Hidup Ketakutan
Badan amal tersebut mengatakan pemerintah Inggris harus berbuat lebih banyak untuk mengatasi penganiayaan terhadap orang Kristen di luar negeri daripada mendukung rezim di mana pernikahan anak terjadi.
"Memaksa perempuan dan anak perempuan untuk menikah adalah pelanggaran hak asasi manusia yang serius yang merampas hak mereka untuk memilih masa depan mereka sendiri," kata Kantor Luar Negeri Inggris melalui seorang juru bicaranya kepada The Telegraph.
"Inggris memimpin dalam menangani praktik ini di seluruh dunia," ujarnya.
(min)
Lihat Juga :