Ilmuwan Whistleblower Covid-19 AS Beber Respons Kacau Pemerintah Trump

Jum'at, 15 Mei 2020 - 15:29 WIB
Bright, menurut The New York Times, mengatakan dia dipecat sebagai direktur Otoritas Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan (BARDA) Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan karena menolak seruan Gedung Putih untuk menggunakan obat malaria hydroxychloroquine sebagai obat untuk Covid-19 . Masih kurang bukti bahwa itu sebagai obat ampuh untuk Covid-19.

Paparannya di depan Kongres disambut kubu oposisi, yakni para politisi Partai Demokrat.

Bright pada bulan ini membuat tuduhan bahwa HHS mengabaikan peringatan awal tentang wabah virus corona baru. Bright mengatakan dia mengibarkan "bendera merah" tentang kesiapan AS dalam merespons wabah Covid-19, yang oleh WHO dinyatakan sebagai pandemi pada pertengahan Maret. (Baca juga: Trump akan Mobilisasi Militer untuk Distribusikan Vaksin Covid-19 )

Bright juga mengatakan dia memperingatkan tentang wabah di AS pada awal Januari. Namun, peringatannya disambut dengan ketidakpedulian yang kemudian berkembang menjadi permusuhan oleh para petinggi di HHS.

Menurut laporan CNN, pihak pengacara Bright mengatakan bahwa pemecatannya melanggar Undang-Undang Perlindungan Pelaporan dan bahwa ilmuwan itu terlibat dalam banyak contoh kegiatan yang dilindungi.

Bright mengajukan pengaduan ke Kantor Penasihat Khusus, pengawas pemerintah yang mengawasi pengaduan. Dia meminta untuk dipekerjakan kembali sebagai direktur BARDA dan untuk penyelidikan penuh tentang keadaan pemecatannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!