Navalny Sang Musuh Politik Putin Ditangkap di Bandara Moskow
Senin, 18 Januari 2021 - 06:53 WIB
Otoritas penjara Rusia telah mengonfirmasi penahanan tersebut. Menurut otoritas tersebut yang dikutip Russia Today, Navalny—yang diburu karena melanggar persyaratan pembebasan hukuman masa percobaannya dari kasus pidana sebelumnya—akan tetap ditahan sampai pengadilan memutuskan pembatasan pra-sidang terhadapnya.
Pesawat yang ditumpangi Navalny mendarat di Bandara Sheremetyevo Moskow, telah dialihkan dari Bandara Vnukovo tempat kerumunan besar pendukungnya berkumpul. Ada perkelahian kecil dengan polisi dan beberapa penangkapan terjadi di lokasi bentrok. Rekan dekat Navalny; Lyubov Sobol dan Ruslan Shaveddinov, termasuk di antara mereka yang ditahan.
Baca juga: Jelang Pelantikan Biden, Toko Senjata di Seluruh AS Kewalahan Penuhi Permintaan
Awal pekan ini, terungkap bahwa Navalny telah dimasukkan dalam daftar buronan di Rusia tak lama sebelum Tahun Baru.
Aktivis oposisi dan juru kampanye antikorupsi itu dituduh melanggar ketentuan pembebasan hukuman masa percobaan. Pada tahun 2014, dia menerima hukuman 3,5 tahun—dan hukumannya ditangguhkan—atas tuduhan menggelapkan 30 juta rubel (USD400.000) dari dua perusahaan, yang salah satunya adalah merek kosmetik Prancis; Yves Rocher. Hukumannya kemudian diperpanjang satu tahun lagi dan itu akan berakhir pada 30 Desember 2020.
Pesawat yang ditumpangi Navalny mendarat di Bandara Sheremetyevo Moskow, telah dialihkan dari Bandara Vnukovo tempat kerumunan besar pendukungnya berkumpul. Ada perkelahian kecil dengan polisi dan beberapa penangkapan terjadi di lokasi bentrok. Rekan dekat Navalny; Lyubov Sobol dan Ruslan Shaveddinov, termasuk di antara mereka yang ditahan.
Baca juga: Jelang Pelantikan Biden, Toko Senjata di Seluruh AS Kewalahan Penuhi Permintaan
Awal pekan ini, terungkap bahwa Navalny telah dimasukkan dalam daftar buronan di Rusia tak lama sebelum Tahun Baru.
Aktivis oposisi dan juru kampanye antikorupsi itu dituduh melanggar ketentuan pembebasan hukuman masa percobaan. Pada tahun 2014, dia menerima hukuman 3,5 tahun—dan hukumannya ditangguhkan—atas tuduhan menggelapkan 30 juta rubel (USD400.000) dari dua perusahaan, yang salah satunya adalah merek kosmetik Prancis; Yves Rocher. Hukumannya kemudian diperpanjang satu tahun lagi dan itu akan berakhir pada 30 Desember 2020.
Lihat Juga :