Pemimpin Hizbullah: Tombol Nuklir di Tangan ‘Bodoh Gila’ Trump

Sabtu, 09 Januari 2021 - 22:01 WIB
Nasrallah mengatakan penyerbuan US Capitol oleh para pendukung Presiden Donald Trump pada Rabu, setelah rapat umum yang dipimpin Trump berbicara. (Baca Juga: Mayoritas Rakyat AS Ingin Trump Segera Dipecat setelah Rusuh US Capitol)

Menurut Nasrallah, penyerbuan itu menunjukkan Trump siap membunuh warganya sendiri untuk mempertahankan kekuasaan. (Lihat Video: Anies Baswedan Berlakukan Pembatasan Aktivitas Masyarakat Mulai 11 Januari 2021)

Lima orang, termasuk seorang petugas Kepolisian Capitol dan seorang wanita yang ditembak oleh polisi, tewas dalam kerusuhan di US Capitol.

"Ini adalah contoh kecil dari apa yang telah dilakukan Trump selama empat tahun di beberapa negara lain," ujar Nasrallah.

Ada peningkatan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada hari-hari terakhir pemerintahan Trump, yang bertepatan dengan peringatan pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani oleh AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!