Taiwan Siap Dialog dengan China Jika Bersedia Redakan Antagonismenya
Jum'at, 01 Januari 2021 - 10:56 WIB
China, yang memutuskan mekanisme pembicaraan formal pada tahun 2016 setelah Tsai pertama kali memenangkan jabatan presiden dalam pemilu, telah berulang kali menolak ajakan Tsai untuk dialog. Beijing mengatakan bahwa Tsai harus terlebih dahulu menerima Taiwan sebagai bagian dari China, sesuatu yang telah ditolak oleh Tsai. (Baca juga: Video Parodi Indonesia Raya yang Hina Indonesia Ternyata Dibuat WNI )
Tsai mengungkapkan harapannya bahwa setelah epidemi Covid-19 terkendali, pertukaran yang normal dan teratur untuk meningkatkan pemahaman dan mengurangi kesalahpahaman antara orang-orang di kedua sisi Selat Taiwan dapat dilanjutkan.
Tidak ada tanggapan segera dari China. Presiden Xi Jinping tidak menyebut Taiwan dalam pidato Tahun Baru-nya kemarin malam.
Beralih ke bahasa Inggris, Tsai mengatakan dia sangat berterima kasih atas dukungan berkelanjutan dari komunitas internasional untuk Taiwan. "Demokrasi kami lebih kuat karena dukungan Anda," katanya.
Tsai mengungkapkan harapannya bahwa setelah epidemi Covid-19 terkendali, pertukaran yang normal dan teratur untuk meningkatkan pemahaman dan mengurangi kesalahpahaman antara orang-orang di kedua sisi Selat Taiwan dapat dilanjutkan.
Tidak ada tanggapan segera dari China. Presiden Xi Jinping tidak menyebut Taiwan dalam pidato Tahun Baru-nya kemarin malam.
Beralih ke bahasa Inggris, Tsai mengatakan dia sangat berterima kasih atas dukungan berkelanjutan dari komunitas internasional untuk Taiwan. "Demokrasi kami lebih kuat karena dukungan Anda," katanya.
(min)
Lihat Juga :