Pemuda Muslim di Prancis Diserang Sesama Muslim karena Rayakan Natal
Senin, 28 Desember 2020 - 06:26 WIB
“Di Belfort, seorang pemuda diserang karena dia merayakan Natal dan bukan orang 'Arab yang baik'. Keadaan yang 'memperburuk': menjadi putra petugas polisi," tulis menteri itu di Twitter.
"Tidak ada tempat untuk separatisme di negara kita, tidak ada tempat untuk rasisme—dari mana pun asalnya," ujarnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, Prancis telah mengalami serentetan serangan teroris oleh kelompok radikal Islam, termasuk pemenggalan kepala guru yang mengerikan di pinggiran Paris. Guru tersebut menjadi sasaran seorang remaja radikal asal Chechnya setelah dia menunjukkan di kelasnya kartun Nabi Muhammad yang terkenal yang diterbitkan oleh majalah satire Charlie Hebdo.
"Tidak ada tempat untuk separatisme di negara kita, tidak ada tempat untuk rasisme—dari mana pun asalnya," ujarnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, Prancis telah mengalami serentetan serangan teroris oleh kelompok radikal Islam, termasuk pemenggalan kepala guru yang mengerikan di pinggiran Paris. Guru tersebut menjadi sasaran seorang remaja radikal asal Chechnya setelah dia menunjukkan di kelasnya kartun Nabi Muhammad yang terkenal yang diterbitkan oleh majalah satire Charlie Hebdo.
(min)
Lihat Juga :