Analis: Kematian Fakhrizadeh Tak akan Hentikan Program Nuklir Iran

Minggu, 27 Desember 2020 - 03:00 WIB
Foad Izadi, seorang profesor komunikasi politik di Universitas Teheran setuju dengan pendapat tersebut. Dia menyebut, saat ini bahkan sudah ada bukti kuat, kematian ilmuwan tersebut memperkuat ambisi Teheran.

(Baca: Klaim Terbaru Iran: Ilmuwan Nuklirnya Dibunuh Senjata NATO )

Dia mengatakan, tidak lama setelah kematian Fakhrizadeh, Parlemen Iran mengesahkan undang-undang yang memungkinkan Teheran untuk meningkatkan tingkat pengayaan uranium menjadi 20 persen atau lebih, jauh di atas batas 3,67 persen yang diuraikan oleh kesepakatan nuklir 2015.

Izadi mengatakan, pembunuhan Fakhrizadeh juga akan menimbulkan kesulitan bagi pemerintahan Joe Biden, yang telah mengindikasikan bahwa mereka akan tertarik untuk kembali ke kesepakatan nuklir.

“Iran melihat situasinya, mereka memberikan banyak batasan pada program nuklir dan mereka tidak mendapatkan apapun darinya. Mereka mendapat sanksi, lebih banyak sanksi, dan kemudian mereka membuat ilmuwan terbunuh," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!