Aktivis Cantik dan Pemberani Afghanistan Ditembak Mati

Jum'at, 25 Desember 2020 - 10:12 WIB
Kohistani, yang pernah berkampanye untuk pemimpin veteran Abdullah Abdullah selama pemilihan presiden tahun lalu, memiliki pengikut yang relatif banyak di media sosial. Dia secara teratur menyelenggarakan acara masyarakat sipil di Kabul yang menyerukan hak-hak perempuan.

Abdullah mengatakan Kohistani tewas dalam "serangan teroris". (Baca juga: Bocor, Foto-foto Pribadi Selir Raja Thailand Menyebar ke Media Inggris )

Dalam sebuah posting Facebook, dia menggambarkan Kohistani sebagai aktivis "pemberani dan tak kenal takut" yang berada di garis depan kehidupan sipil dan sosial di Afghanistan.

“Kelanjutan dari pembunuhan semacam itu tidak dapat diterima,” kata Abdullah, yang memimpin proses perdamaian negara secara keseluruhan.

Beberapa hari sebelum kematiannya, Kohistani, yang meninggalkan suami dan satu anaknya, menulis di Facebook bahwa dia telah meminta perlindungan dari pihak berwenang setelah menerima ancaman.

Dia juga mengutuk gelombang pembunuhan jurnalis dan tokoh terkemuka lainnya yang sedang berlangsung.

“Afghanistan bukanlah tempat tinggal. Tidak ada harapan untuk perdamaian. Beri tahu penjahit untuk mengukur (untuk kain kafan pemakaman) Anda, besok bisa jadi giliran Anda," tulis dia di Twitter pada November.

Gelombang pembunuhan telah memicu ketakutan di seluruh negeri, terutama di Kabul.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!