Kasus Covid-19 Tertinggi Ketiga di Dunia, Rusia Perpanjang Lockdown
Kamis, 14 Mei 2020 - 12:07 WIB
Sejumlah media Rusia melaporkan Peskov, yang telah menjadi jubir Putin sejak 2012, kini berada di rumah sakit. "Ya, saya sakit. Saya kini menjalani perawatan," kata Peskov sebagaimana dikutip beberapa kantor berita, dilansir BBC. Peskov mengatakan kepada kantor berita TASS bahwa dia terakhir bertemu secara langsung Presiden Putin lebih dari sebulan lalu. Putin diketahui bekerja dari kediamannya di luar ibu kota Moskow dan, menurut Kremlin, kesehatannya menjadi prioritas utama. (Baca: Rusia Siap Bantu Venezuela Selidiki Invasi Tentara Bayaran AS)
Sementara itu, sebanyak lima pasien Covid-19 meninggal dunia di St Petersburg, Rusia, pada Selasa (12/5), setelah rumah sakit tempat mereka dirawat dilalap api. Kebakaran yang menghanguskan ruang perawatan intensif tersebut tampaknya dipicu oleh korsleting pada unit ventilator, sebagaimana dilaporkan sejumlah kantor berita Rusia. Api telah dipadamkan dan sebanyak 150 orang sudah dievakuasi dari rumah sakit.
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pelonggaran isolasi wilayah di tengah semakin meningkatnya infeksi virus corona. Hal sama juga dilakukan Pemerintah India yang juga memilih untuk mempelonggar lockdown. (Baca: China Lockdown Dua Kota, Tanda-tanda Gelombang Kedua Pandemi Corona?)
Putin menegaskan, mulai kemarin akan diberlakukan pelonggaran lockdown, namun dia tetap meminta masyarakat tetap bekerja dari rumah dan bisnis tetap tutup. Langkah pelonggaran dikarenakan angka pengangguran telah mencapai 1,4 juta. Skala pelonggaran juga diberlakukan secara perlahan-lahan, tetapi pasti.
“Seluruh pertemuan publik dilarang. Semua warga Rusia yang berusia di atas 65 tahun juga diminta tetap di rumah,” kata Putin, dilansir Reuters. “Sektor konstruksi dan pertania diizinkan untuk beroperasi kembali,” paparnya. (Andika H Mustaqim)
Sementara itu, sebanyak lima pasien Covid-19 meninggal dunia di St Petersburg, Rusia, pada Selasa (12/5), setelah rumah sakit tempat mereka dirawat dilalap api. Kebakaran yang menghanguskan ruang perawatan intensif tersebut tampaknya dipicu oleh korsleting pada unit ventilator, sebagaimana dilaporkan sejumlah kantor berita Rusia. Api telah dipadamkan dan sebanyak 150 orang sudah dievakuasi dari rumah sakit.
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pelonggaran isolasi wilayah di tengah semakin meningkatnya infeksi virus corona. Hal sama juga dilakukan Pemerintah India yang juga memilih untuk mempelonggar lockdown. (Baca: China Lockdown Dua Kota, Tanda-tanda Gelombang Kedua Pandemi Corona?)
Putin menegaskan, mulai kemarin akan diberlakukan pelonggaran lockdown, namun dia tetap meminta masyarakat tetap bekerja dari rumah dan bisnis tetap tutup. Langkah pelonggaran dikarenakan angka pengangguran telah mencapai 1,4 juta. Skala pelonggaran juga diberlakukan secara perlahan-lahan, tetapi pasti.
“Seluruh pertemuan publik dilarang. Semua warga Rusia yang berusia di atas 65 tahun juga diminta tetap di rumah,” kata Putin, dilansir Reuters. “Sektor konstruksi dan pertania diizinkan untuk beroperasi kembali,” paparnya. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :