Moderna Hancurkan 400.000 Dosis Vaksin COVID-19 karena Tak Valid
Rabu, 23 Desember 2020 - 13:40 WIB
Kandidat vaksin Covid-19. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Moderna , perusahaan bioteknologi di Amerika Serikat (AS), merelakan sekitar 400.000 dosis vaksin virus corona baru ( COVID-19 ) untuk dihancurkan karena tidak valid. Ratusan ribu dosis vaksin itu mengalami filtrasi saat proses produksi.
Moncef Al-Salawi, kepala penasihat ilmiah untuk Operatioan Warp Speed, yang mengumumkan berita penghancuran ratusan ribu dosis vaksin Moderna tersebut, mengatakan dalam sebuah wawancara denganBloomberg News, bahwa dosis yang dibuang sebelum dimasukkan ke dalam botol kaca kecil adalah bagian dari 1,4 juta dosis.(Baca: Konflik Istana di Balik Bocornya Ratusan Foto Telanjang Selir Raja Thailand )
Al-Slaoui menjelaskan bahwa 400.000 dosis itu hanya setetes di lautan dari 500 juta hingga 1 miliar dosis yang ingin diproduksi Moderna selama tahun depan.
"Dari pengalaman saya, ini berjalan semulus proses manufaktur lainnya yang pernah saya alami selama 30 tahun karier saya di industri," katanya, dalam pemberitaanBloomberg News18 Desember 2020.
Dalam mengembangkan vaksin eksperimental untuk COVID-19 , Moderna bekerjasama dengan National Institute of Allergy and Infectious Diseases dan telah beralih ke Operation Warp Speed, program pengembangan vaksin Amerika.(Baca: Potret Wuhan: Dulu Pusat Wabah COVID-19, Kini Pusat Pesta )
Terkait masalah itu, pemerintah Amerika sudah mengambil tindakan guna memastikan Moderna tidak menghadapi hambatan dalam memproduksi vaksin."Terkadang kami diberi tahu, kami tidak punya tempat untuk menaruh botol Anda, menahannya satu atau dua hari, atau seminggu lagi," kata Lawrence Ganti, Presiden dan Direktur Bisnis SiO2 Material Science yang mendapat kontrak senilai USD143 juta untuk memproduksi botol untuk vaksin yang diproduksi Moderna.
Moncef Al-Salawi, kepala penasihat ilmiah untuk Operatioan Warp Speed, yang mengumumkan berita penghancuran ratusan ribu dosis vaksin Moderna tersebut, mengatakan dalam sebuah wawancara denganBloomberg News, bahwa dosis yang dibuang sebelum dimasukkan ke dalam botol kaca kecil adalah bagian dari 1,4 juta dosis.(Baca: Konflik Istana di Balik Bocornya Ratusan Foto Telanjang Selir Raja Thailand )
Al-Slaoui menjelaskan bahwa 400.000 dosis itu hanya setetes di lautan dari 500 juta hingga 1 miliar dosis yang ingin diproduksi Moderna selama tahun depan.
"Dari pengalaman saya, ini berjalan semulus proses manufaktur lainnya yang pernah saya alami selama 30 tahun karier saya di industri," katanya, dalam pemberitaanBloomberg News18 Desember 2020.
Dalam mengembangkan vaksin eksperimental untuk COVID-19 , Moderna bekerjasama dengan National Institute of Allergy and Infectious Diseases dan telah beralih ke Operation Warp Speed, program pengembangan vaksin Amerika.(Baca: Potret Wuhan: Dulu Pusat Wabah COVID-19, Kini Pusat Pesta )
Terkait masalah itu, pemerintah Amerika sudah mengambil tindakan guna memastikan Moderna tidak menghadapi hambatan dalam memproduksi vaksin."Terkadang kami diberi tahu, kami tidak punya tempat untuk menaruh botol Anda, menahannya satu atau dua hari, atau seminggu lagi," kata Lawrence Ganti, Presiden dan Direktur Bisnis SiO2 Material Science yang mendapat kontrak senilai USD143 juta untuk memproduksi botol untuk vaksin yang diproduksi Moderna.
Lihat Juga :