Bos BionTech Yakin Vaksinnya Mampu Basmi Mutan Virus COVID-19

Selasa, 22 Desember 2020 - 19:17 WIB
Sahin mengatakan bahwa jika penyesuaian diperlukan, BioNTech akan membutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk membuatnya - meskipun persetujuan regulasi mungkin diperlukan.

BioNTech didirikan oleh Sahin dan istrinya Ozlem Tureci pada tahun 2008.

Dia pertama kali mengetahui virus Corona pada Januari, dan menyadari bahwa pekerjaan yang telah dia lakukan pada perawatan kanker mungkin dapat diterapkan untuk penelitian vaksin.

BioNTech mempekerjakan 500 staf untuk proyek tersebut, dan kemudian mendapat dukungan dari raksasa farmasi AS, Pfizer, dan pembuat obat China Fosun.(Baca juga: Pfizer-BioNTech, Moderna dan Sinovac: Sekilas Tentang Tiga Vaksin Utama COVID-19 )

Sahin sendiri belum disuntik vaksin, dan mengatakan lebih penting bahwa karyawannya diinokulasi untuk memastikan mereka dapat melanjutkan pekerjaan mereka.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!