Ekonomi Arab Saudi Jatuh, Pakar Prediksi Biaya Haji Naik Lebih Mahal

Rabu, 13 Mei 2020 - 13:28 WIB
Kakbah, situs suci umat Islam di Makkah, Arab Saudi, dikosongkan untuk mencegah penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19. Foto/REUTERS/Gannoe Essa
RIYADH - Kondisi ekonomi Arab Saudi sedang jatuh karena harga minyak anjlok dan diperparah oleh pandemi Covid-19. Negara itu telah memutuskan untuk menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) tiga kali lipat.

Seorang pakar ekonomi memprediksi pemerintah kerajaan yang dipimpin Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu juga akan menaikkan biaya naik haji dan umrah lebih mahal untuk menutupi defisit anggaran negara.



"Ekonomi Saudi telah mengalami kejutan ganda sebagai akibat jatuhnya harga minyak mentah global dan karena langkah-langkah yang diambil untuk mengekang wabah virus corona baru," kata Mohamed Ibrahim, pakar ekonomi yang berbasis di Istanbul, kepada Anadolu Agency, Rabu (13/5/2020).

Selain menaikkan pajak tiga kali lipat, Arab Saudi menghentikan sementara tunjangan hidup untuk warganya. Ibrahim mengatakan langkah-langkah Saudi kemungkinan juga akan menaikkan tarif barang dan jasa termasuk membuat biaya pelaksanaan umrah dan haji menjadi lebih mahal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!