Rouhani Tuduh Israel Bunuh Ilmuwan Nuklir Iran untuk Picu Perang

Selasa, 15 Desember 2020 - 06:41 WIB
Fakhrizadeh dibunuh pada 27 November ketika konvoinya diserang di sebuah area yang berjarak 175 kilometer dari Teheran. Iran dengan cepat menuduh Israel melakukan pembunuhan tersebut dan menangkap orang-orang yang dituduh terlibat.

Fakrizadeh pernah bekerja sebagai kepala Organisasi Riset dan Inovasi Pertahanan Iran dan dipandang sebagai tokoh kunci dalam program nuklir negara itu. Israel sejauh ini belum merilis komentar resmi atas insiden tersebut. (Baca juga: Media Israel: Ada Rekaman Fakhrizadeh Bicara Tentang Membangun 5 Hulu Ledak Nuklir Iran )

Selama konferensi pers, Rouhani membahas masalah Amerika yang membatalkan kesepakatan nuklir Iran dan menyatakan kesediaan untuk bekerja dengan pemerintahan Joe Biden setelah dia mengambil alih kekuasaan dari Trump untuk memperluas hubungan dengan negara-negara Barat.

Presiden Iran mengatakan negaranya tidak akan menerima prasyarat apa pun dan bahwa kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) tidak terbuka untuk negosiasi ulang. Dia memberi tahu AS bahwa satu-satunya pilihan adalah Amerika bergabung kembali dengan proposal awal.

Jika AS menerima persyaratan itu dan mencabut sanksi yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump, pemimpin Iran itu menegaskan bahwa bangsanya akan mematuhi aturan asli yang diterapkan dalam JCPOA.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!