Peretas Rusia Diduga Mata-matai Email Departemen Keuangan AS

Selasa, 15 Desember 2020 - 00:01 WIB
Pemerintah AS belum secara terbuka mengidentifikasi siapa yang mungkin berada di balik peretasan tersebut, tetapi tiga orang yang mengetahui penyelidikan mengatakan Rusia saat ini diyakini bertanggung jawab atas serangan itu. (Lihat Video: Ancam Kapolda Metro Jaya di Medsos, Simpatisan FPI Diringkus Polisi)

Dua orang mengatakan bahwa peretasan tersebut terkait peretasan yang baru-baru ini diungkapkan di FireEye, perusahaan keamanan siber AS dengan kontrak pemerintah dan komersial.

Dalam pernyataan yang diposting di Facebook, Kementerian Luar Negeri Rusia menggambarkan tuduhan itu sebagai upaya lain yang tidak berdasar oleh media AS untuk menyalahkan Rusia atas serangan siber terhadap badan-badan AS.

“Mata-mata siber diyakini masuk dengan diam-diam merusak update yang dirilis perusahaan IT SolarWinds, yang melayani pelanggan pemerintah di seluruh cabang eksekutif, militer, dan dinas intelijen,” ungkap dua orang yang mengetahui masalah tersebut.

Triknya sering disebut sebagai "serangan rantai pasokan", bekerja dengan menyembunyikan kode berbahaya dalam pembaruan perangkat lunak sah yang diberikan kepada target oleh pihak ketiga.

Dalam pernyataan yang dirilis Minggu malam, perusahaan yang berbasis di Austin, Texas tersebut mengatakan bahwa update software pemantauan yang dirilis antara Maret dan Juni tahun ini mungkin telah disusupi oleh "serangan rantai pasokan yang sangat canggih, bertarget dan manual oleh negara bangsa."

“Perusahaan itu menolak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi keragaman basis pelanggan SolarWind memicu kekhawatiran dalam komunitas intelijen AS bahwa lembaga pemerintah lainnya mungkin berisiko,” papar empat orang yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!