Sekjen PBB: Deklarasikan Status Darurat Iklim untuk Hindari Bencana
Minggu, 13 Desember 2020 - 04:04 WIB
“Itulah mengapa hari ini, saya menyerukan kepada semua pemimpin di seluruh dunia untuk mendeklarasikan Keadaan Darurat Iklim di negara mereka sampai netralitas karbon tercapai,” papar dia. (Lihat Infografis: Indonesia Dapat Direstui AS Beli Jet Tempur F-15 dan F-18)
Guterres mengatakan paket pemulihan ekonomi yang diluncurkan setelah pandemi virus corona mewakili peluang mempercepat transisi ke masa depan rendah karbon. Namun dia memperingatkan bahwa langkah itu tidak terjadi cukup cepat. (Lihat Video: Habib Rizieq Jalani Test Rapid Antigen, Ini Hasilnya)
“Sejauh ini, anggota G20 membelanjakan 50% lebih banyak untuk stimulus dan paket penyelamatan mereka di sektor-sektor yang terkait dengan produksi dan konsumsi bahan bakar fosil, daripada energi rendah karbon,” ujar Guterres.
"Ini tidak bisa diterima. Triliunan dolar yang dibutuhkan untuk pemulihan COVID adalah uang yang kita pinjam dari generasi mendatang,” ungkap dia.
“Kita tidak dapat menggunakan sumber daya ini untuk mengunci kebijakan yang membebani generasi mendatang dengan segunung utang di planet yang rusak,” tegas dia.
Guterres mengatakan paket pemulihan ekonomi yang diluncurkan setelah pandemi virus corona mewakili peluang mempercepat transisi ke masa depan rendah karbon. Namun dia memperingatkan bahwa langkah itu tidak terjadi cukup cepat. (Lihat Video: Habib Rizieq Jalani Test Rapid Antigen, Ini Hasilnya)
“Sejauh ini, anggota G20 membelanjakan 50% lebih banyak untuk stimulus dan paket penyelamatan mereka di sektor-sektor yang terkait dengan produksi dan konsumsi bahan bakar fosil, daripada energi rendah karbon,” ujar Guterres.
"Ini tidak bisa diterima. Triliunan dolar yang dibutuhkan untuk pemulihan COVID adalah uang yang kita pinjam dari generasi mendatang,” ungkap dia.
“Kita tidak dapat menggunakan sumber daya ini untuk mengunci kebijakan yang membebani generasi mendatang dengan segunung utang di planet yang rusak,” tegas dia.
Lihat Juga :