Pandemi Ciptakan Tantangan Baru bagi Demokrasi

Kamis, 10 Desember 2020 - 15:53 WIB
Dia lalu menyebut, tantangan lain yang muncul adalah bagaimana ruang demokrasi atau ruang demokrasi ini dapat digunakan oleh beberapa pihak untuk menyebarkan misinformasi dan disinformasi yang memiliki potensi justru mengganggu upaya penanganan pandemi itu. ( Baca juga: Kemenkes Ingatkan Penyakit Tidak Menular Silent Killer di Masa Pandemi COVID-19 )

"Di sesi pertama, beberapa Menteri Luar Negeri juga menghighlight itu, bahwa ruang demokrasi juga at the same time dijadikan ruang untuk menyebarkan misinformasi. disinformasi, yang tentunya bukan merupakan sesuatu yang dapat membantu upaya kita semua dalam memerangi pandemi ini," ungkapnya.

"Tantangan lain yang muncul, tadi sudah saya sampaikan mengenai misinformasi dan disinformasi, tapi sekali lagi terlepas dari semua tantangan ini, demokrasi telah melahirkan harapan dan optimisme bagi kita untuk segera keluar dari pandemi ini. Democratic Perception Index Survey 2020 menunjukkan bahwa 78% orang di dunia ini masih percaya pentingnya demokrasi bagi negara mereka," jelasnya.

Oleh karena itu, ujarnya, demokrasi pandemi ini tidak boleh menghilangkan komitmen kita terhadap demokrasi, sama halnya, sama pentingnya bahwa demokrasi tidak boleh menghalangi upaya kita untuk secara efektif menangani pandemi.

"Tugas kita ke depan tidak mudah, kita harus pastikan bahwa demokrasi dapat mendukung upaya kita di era post-pandemi," tukasnya. ( Baca juga: Kominfo Tegaskan Kembali Pentingnya Kedaulatan Data di Indonesia )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!