Korsel Nyatakan Siap Kerjasama dengan Pemerintah Baru AS Soal Korut
Senin, 07 Desember 2020 - 22:14 WIB
"Faktanya adalah pada tahun 2018 para pemimpin tertinggi Korsel, Korut dan AS berkomitmen untuk tujuan-tujuan ini secara terbuka setelah serangkaian pertemuan puncak, dan agar mereka menyelesaikan denuklirisasi dan mewujudkan perdamaian abadi di Semenanjung Korea," ungkapnya.
Dia lalu menuturkan, kerangka kerja yang mendefinisikan hubungan antara Korut dan Korsel adalah gencatan senjata.( Baca juga: Peneliti Korea Selatan Ciptakan Robot Terbang Mini Tahan Tabrakan )
"Itu berusia sekitar 70 tahun. Ini adalah perdamaian yang sangat rapuh. Jadi, kami ingin memulai proses untuk menggantikan gencatan senjata itu dengan kesepakatan damai penuh antara Korea dan lainnya yang telah menandatangani gencatan senjata," jelasnya.
Dirinya mengacu pada gencatan senjata yang ditandatangani pada 27 Juli 1953, setelah Perang Korea. Komandan militer dari China dan Korut menandatangani perjanjian di satu sisi, dengan penandatanganan Komando PBB pimpinan AS atas nama komunitas internasional di sisi lain.
Itu dimaksudkan sebagai tindakan sementara sampai mencapai penyelesaian damai akhir, tetapi tidak ada perjanjian damai yang ditandatangani sampai sekarang. "Ini usaha yang sangat besar, tapi kami berkomitmen untuk bekerja menuju tujuan itu melalui dialog dan negosiasi," tukasnya.
Dia lalu menuturkan, kerangka kerja yang mendefinisikan hubungan antara Korut dan Korsel adalah gencatan senjata.( Baca juga: Peneliti Korea Selatan Ciptakan Robot Terbang Mini Tahan Tabrakan )
"Itu berusia sekitar 70 tahun. Ini adalah perdamaian yang sangat rapuh. Jadi, kami ingin memulai proses untuk menggantikan gencatan senjata itu dengan kesepakatan damai penuh antara Korea dan lainnya yang telah menandatangani gencatan senjata," jelasnya.
Dirinya mengacu pada gencatan senjata yang ditandatangani pada 27 Juli 1953, setelah Perang Korea. Komandan militer dari China dan Korut menandatangani perjanjian di satu sisi, dengan penandatanganan Komando PBB pimpinan AS atas nama komunitas internasional di sisi lain.
Itu dimaksudkan sebagai tindakan sementara sampai mencapai penyelesaian damai akhir, tetapi tidak ada perjanjian damai yang ditandatangani sampai sekarang. "Ini usaha yang sangat besar, tapi kami berkomitmen untuk bekerja menuju tujuan itu melalui dialog dan negosiasi," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :