Trump Perintahkan Tarik Sebagian Besar Pasukan AS dari Somalia
Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:51 WIB
"Pasukan yang diposisikan ulang dari Somalia bergerak ke negara mitra di tempat lain di kawasan itu untuk menyelesaikan misi mereka," kata Komando Afrika AS (AFRICOM) kepada koresponden Fox News di Pentagon. "Militer AS tidak menarik diri dari Afrika Timur."
Menurut Reuters yang mengutip sumber-sumber Pentagon mengatakan pasukan AS telah dipindahkan dari posisi mereka di kota Bossaso dan Galkayo tahun ini. Sampai bulan lalu, pasukan Amerika masih berada di kota pelabuhan Kisymayo, pangkalan udara di Baledogle, dan di Ibu Kota Mogadishu.
Pasukan Amerika telah beroperasi di Somalia selama 13 tahun terakhir sebagai bagian dari perang melawan terorisme, berusaha untuk menopang pemerintah di Mogadishu melawan kelompok Al-Shabaab yang berafiliasi dengan al-Qaeda. Kelompok Al-Shabaab juga telah bersumpah setia kepada ISIS.
Penarikan diri pasukan AS yang tidak hanya dari Somalia menjadi bagian dari dorongan yang lebih luas oleh Trump untuk mengakhiri perang AS yang "tak berujung" di Timur Tengah dan sekitarnya. (Baca: China Nyalakan 'Matahari Buatan', 10 Kali Lebih Panas dari Matahari Asli )
Setelah calon presiden Partai Demokrat Joe Biden diproyeksikan oleh media-media AS sebagai pemenang pemilihan presiden 3 November—yang digugat Trump di pengadilan—utusan senior AS untuk koalisi anti-ISIS mengaku menyesatkan presiden tentang jumlah pasukan di Suriah.
Menurut Reuters yang mengutip sumber-sumber Pentagon mengatakan pasukan AS telah dipindahkan dari posisi mereka di kota Bossaso dan Galkayo tahun ini. Sampai bulan lalu, pasukan Amerika masih berada di kota pelabuhan Kisymayo, pangkalan udara di Baledogle, dan di Ibu Kota Mogadishu.
Pasukan Amerika telah beroperasi di Somalia selama 13 tahun terakhir sebagai bagian dari perang melawan terorisme, berusaha untuk menopang pemerintah di Mogadishu melawan kelompok Al-Shabaab yang berafiliasi dengan al-Qaeda. Kelompok Al-Shabaab juga telah bersumpah setia kepada ISIS.
Penarikan diri pasukan AS yang tidak hanya dari Somalia menjadi bagian dari dorongan yang lebih luas oleh Trump untuk mengakhiri perang AS yang "tak berujung" di Timur Tengah dan sekitarnya. (Baca: China Nyalakan 'Matahari Buatan', 10 Kali Lebih Panas dari Matahari Asli )
Setelah calon presiden Partai Demokrat Joe Biden diproyeksikan oleh media-media AS sebagai pemenang pemilihan presiden 3 November—yang digugat Trump di pengadilan—utusan senior AS untuk koalisi anti-ISIS mengaku menyesatkan presiden tentang jumlah pasukan di Suriah.
Lihat Juga :