Iran Siap Tunjukkan Niat Baik Jika AS dan Eropa Taati Kesepakatan Nuklir
Jum'at, 04 Desember 2020 - 01:01 WIB
Berbicara dalam konferensi Roma melalui tautan video, Zarif mengatakan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tidak dapat dinegosiasikan ulang tetapi dapat dihidupkan kembali. (Lihat Video: Usai Imunisasi, Seorang Balita di Tulang Bawang Meninggal Dunia)
“Amerika Serikat memiliki komitmen. AS tidak dalam posisi untuk mengatur syarat,” ungkap Zarif.
Dewan Pengawas Iran menyetujui Undang-undang (UU) pada Rabu yang mewajibkan pemerintah menghentikan inspeksi PBB di fasilitas nuklirnya dan meningkatkan pengayaan uranium melebihi batas yang ditetapkan kesepakatan 2015 jika sanksi tidak dikurangi dalam dua bulan.
Zarif mengatakan meskipun pemerintah tidak menyukai undang-undang tersebut, namun tetap akan diterapkan.
“Tapi itu tidak bisa diubah. Eropa dan AS dapat kembali mematuhi JCPOA dan tidak hanya undang-undang ini yang tidak akan diterapkan, tetapi pada kenyataannya tindakan yang telah kami ambil akan dibatalkan. Kami akan kembali ke kepatuhan penuh,” ujar Zarif.
Zarif mengatakan sanksi ekonomi yang dijatuhkan pemerintahan Trump telah merugikan Iran USD250 miliar.
“Amerika Serikat memiliki komitmen. AS tidak dalam posisi untuk mengatur syarat,” ungkap Zarif.
Dewan Pengawas Iran menyetujui Undang-undang (UU) pada Rabu yang mewajibkan pemerintah menghentikan inspeksi PBB di fasilitas nuklirnya dan meningkatkan pengayaan uranium melebihi batas yang ditetapkan kesepakatan 2015 jika sanksi tidak dikurangi dalam dua bulan.
Zarif mengatakan meskipun pemerintah tidak menyukai undang-undang tersebut, namun tetap akan diterapkan.
“Tapi itu tidak bisa diubah. Eropa dan AS dapat kembali mematuhi JCPOA dan tidak hanya undang-undang ini yang tidak akan diterapkan, tetapi pada kenyataannya tindakan yang telah kami ambil akan dibatalkan. Kami akan kembali ke kepatuhan penuh,” ujar Zarif.
Zarif mengatakan sanksi ekonomi yang dijatuhkan pemerintahan Trump telah merugikan Iran USD250 miliar.
Lihat Juga :