Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh Senapan Mesin yang Dikendalikan dari Jarak 150 Meter

Senin, 30 November 2020 - 08:03 WIB
Pemimpin tim pembunuh membawa Fakhrizadeh keluar dari mobilnya dan menembaknya hingga tewas. Semua komando melarikan diri dari tempat kejadian tanpa cedera atau pun ditangkap.

Sementara itu, Fars sendiri mem-posting artikel lain pada hari Minggu yang ditampilkan di situs webnya berbahasa Inggris, dengan mengatakan "laporan saksi mata" mengonfirmasi bahwa Fakhrizadeh diserang oleh "teroris yang mengumbar peluru ke mobilnya".

Para pejabat tinggi Iran menyalahkan Israel sebagai pihak yang berada di balik pembunuhan itu. Alasannya, karena negara Yahudi itu menuduh Fakhrizadeh memimpin program senjata nuklir. Teheran membantah pernah mencoba memiliterisasi industri nuklirnya. Sedangkan Israel belum mengomentari tuduhan Iran.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!