Pakar: Kekuatan Dunia Makin Angkuh, PBB Kian Mengerdil
Selasa, 24 November 2020 - 03:30 WIB
(Baca: Jokowi: PBB Harus Berperan Penuhi Akses Obat-Obatan dan Vaksin )
“Instrumen penting kerja sama internasional sedang ditantang dan momentum unilateralis sedang meningkat. Hal ini menyebabkan tantangan yang lebih berat di negara berkembang, secara sosial, ekonomi dan politik," ucap Ban, seperti dilansir Anadolu Agency.
Menyinggung hak veto Rusia dan ketidakpedulian China yang memblokir bantuan kemanusiaan kepada orang-orang di Suriah, dia mengatakan Dewan Keamanan (DK) PBB belum dapat melakukan tugasnya, bahkan di bawah piagam PBB.
“Itu membuat saya frustasi sebagai sekretaris jenderal. Saya tidak dapat membantu orang-orang di Suriah. Ada usulan di DK PBB agar negara-negara P5 tidak menggunakan hak veto untuk memblokir bantuan kemanusiaan. Namun, upaya mulia ini juga tidak didukung oleh banyak negara lain,” ujarnya.
“Instrumen penting kerja sama internasional sedang ditantang dan momentum unilateralis sedang meningkat. Hal ini menyebabkan tantangan yang lebih berat di negara berkembang, secara sosial, ekonomi dan politik," ucap Ban, seperti dilansir Anadolu Agency.
Menyinggung hak veto Rusia dan ketidakpedulian China yang memblokir bantuan kemanusiaan kepada orang-orang di Suriah, dia mengatakan Dewan Keamanan (DK) PBB belum dapat melakukan tugasnya, bahkan di bawah piagam PBB.
“Itu membuat saya frustasi sebagai sekretaris jenderal. Saya tidak dapat membantu orang-orang di Suriah. Ada usulan di DK PBB agar negara-negara P5 tidak menggunakan hak veto untuk memblokir bantuan kemanusiaan. Namun, upaya mulia ini juga tidak didukung oleh banyak negara lain,” ujarnya.
(esn)
Lihat Juga :