Otoritas Keamanan Gagalkan Upaya Pembunuhan PM Armenia
Minggu, 15 November 2020 - 14:11 WIB
Awal pekan ini, Pashinyan mengatakan tidak punya pilihan selain menandatangani perjanjian untuk mencegah kerugian teritorial lebih lanjut dan menegaskan bahwa dia mengambil tanggung jawab pribadi atas kemunduran tersebut, tetapi menolak seruan untuk mundur.
Seperti diketahui, awal pekan ini, gencatan senjata tebaru di dan sekitar Nagorno-Karabakh, daerah kantong yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi dihuni oleh etnis Armenia, kembali dicapai. Gencatan senjata ini dicapai atas mediasi Rusia. ( Baca juga: Lebih dari 130.000 Orang Mengungsi dalam Konflik Nagorno-Karabakh )
Berdasarkan perjanjian tersebut, 2.000 tentara penjaga perdamaian Rusia dikerahkan ke wilayah tersebut untuk mengontrol gencatan senjata tersebut. Turki, yang merupakan sekutu dekat Azerbaijan, turut terlibat dalam pengawasan gencatan senjata itu, setelah menyepakati pembentukan pusat pengawas gabungan dengan Rusia.
Seperti diketahui, awal pekan ini, gencatan senjata tebaru di dan sekitar Nagorno-Karabakh, daerah kantong yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi dihuni oleh etnis Armenia, kembali dicapai. Gencatan senjata ini dicapai atas mediasi Rusia. ( Baca juga: Lebih dari 130.000 Orang Mengungsi dalam Konflik Nagorno-Karabakh )
Berdasarkan perjanjian tersebut, 2.000 tentara penjaga perdamaian Rusia dikerahkan ke wilayah tersebut untuk mengontrol gencatan senjata tersebut. Turki, yang merupakan sekutu dekat Azerbaijan, turut terlibat dalam pengawasan gencatan senjata itu, setelah menyepakati pembentukan pusat pengawas gabungan dengan Rusia.
(esn)
Lihat Juga :