Otoritas Keamanan Gagalkan Upaya Pembunuhan PM Armenia

Minggu, 15 November 2020 - 14:11 WIB
loading...
Otoritas Keamanan Gagalkan...
Badan Keamanan Nasional (NSS) Armenia mengatakan berhasil mencegah upaya pembunuhan terhadap Perdana Menteri Nikol Pashinyan dan upaya perebutan kekuasaan oleh sekelompok mantan pejabat. Foto/REUTERS
A A A
YEREVAN - Armenia mencegah upaya pembunuhan terhadap Perdana Menteri Nikol Pashinyan dan upaya perebutan kekuasaan oleh sekelompok mantan pejabat. Hal itu disampaikan Badan Keamanan Nasional (NSS) Armenia.

Pashinyan berada di bawah tekanan, setelah ribuan demonstran turun ke jalan pada awal pekan dan menuntut dia mengundurkan diri atas dicapainya gencatan senjata terbaru di Nagorno-Karabakh. ( Baca juga: Bumi Hangus! Armenia Bakar Rumah sebelum Serahkan Desa ke Azerbaijan )

NSS dalam sebuah pernyataan mengatakan, mantan NSS Artur Vanetsyan, mantan ketua fraksi parlemen Partai Republik Vahram Baghdasaryan dan sukarelawan perang Ashot Minasyan ditahan, setelah diduga merencanakan pembunuhan Pashinyan.

"Para tersangka berencana untuk secara ilegal merebut kekuasaan dengan membunuh perdana menteri dan sudah ada calon potensial yang sedang dibahas untuk menggantikannya," kata NSS, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (15/11/2020).

Awal pekan ini, Pashinyan mengatakan tidak punya pilihan selain menandatangani perjanjian untuk mencegah kerugian teritorial lebih lanjut dan menegaskan bahwa dia mengambil tanggung jawab pribadi atas kemunduran tersebut, tetapi menolak seruan untuk mundur.

Seperti diketahui, awal pekan ini, gencatan senjata tebaru di dan sekitar Nagorno-Karabakh, daerah kantong yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi dihuni oleh etnis Armenia, kembali dicapai. Gencatan senjata ini dicapai atas mediasi Rusia. ( Baca juga: Lebih dari 130.000 Orang Mengungsi dalam Konflik Nagorno-Karabakh )

Berdasarkan perjanjian tersebut, 2.000 tentara penjaga perdamaian Rusia dikerahkan ke wilayah tersebut untuk mengontrol gencatan senjata tersebut. Turki, yang merupakan sekutu dekat Azerbaijan, turut terlibat dalam pengawasan gencatan senjata itu, setelah menyepakati pembentukan pusat pengawas gabungan dengan Rusia.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Ali Ungkap Kondisi Mencekam...
Ali Ungkap Kondisi Mencekam di Teheran sebelum Dievakuasi ke Indonesia via Azerbaijan
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Inggris vs Ghana: The...
Inggris vs Ghana: The Three Lions Menuju Rekor Baru
Berita Terkini
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved