Bantah Trump soal Kecurangan, Pemilu 2020 Dinyatakan Paling Aman dalam Sejarah AS
Jum'at, 13 November 2020 - 15:16 WIB
"Banyak klaim dan peluang yang tidak berdasar untuk informasi yang salah tentang proses pemilu kita," imbuh para pejabat pemilu, yang mendesak rakyat Amerika untuk meminta informasi yang akurat kepada penyelenggara dan pejabat pemilu.
Pernyataan tersebut ditandatangani oleh pejabat dari Dewan Koordinasi Pemerintah Infrastruktur Pemilu, yang berbagi informasi antara pejabat negara bagian, lokal dan federal, dan Dewan Koordinasi Sektor Infrastruktur Pemilu, yang mencakup pemilik dan operator infrastruktur pemilu.
Di antara 10 penandatangan adalah Benjamin Hovland, yang mengetuai Komisi Bantuan Pemilu AS, dan Bob Kolasky, asisten direktur Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA), bagian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri. (Baca juga: Panik dengan Hasil Pilpres, Donald Trump Jr Serukan Perang Total )
Pejabat kunci di badan keamanan siber, termasuk kepalanya, Christopher Krebs, mengundurkan diri atau diperkirakan akan dipecat karena Trump menolak untuk mengaku kalah.
Krebs, yang telah menikmati dukungan bipartisan atas perannya dalam membantu menjalankan pemilu AS yang aman pada 2018 dan 2020, telah mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa ia mengharapkan untuk diberhentikan. Hal itu diungkap tiga sumber yang mengetahui diskusi internal.
Pernyataan tersebut ditandatangani oleh pejabat dari Dewan Koordinasi Pemerintah Infrastruktur Pemilu, yang berbagi informasi antara pejabat negara bagian, lokal dan federal, dan Dewan Koordinasi Sektor Infrastruktur Pemilu, yang mencakup pemilik dan operator infrastruktur pemilu.
Di antara 10 penandatangan adalah Benjamin Hovland, yang mengetuai Komisi Bantuan Pemilu AS, dan Bob Kolasky, asisten direktur Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA), bagian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri. (Baca juga: Panik dengan Hasil Pilpres, Donald Trump Jr Serukan Perang Total )
Pejabat kunci di badan keamanan siber, termasuk kepalanya, Christopher Krebs, mengundurkan diri atau diperkirakan akan dipecat karena Trump menolak untuk mengaku kalah.
Krebs, yang telah menikmati dukungan bipartisan atas perannya dalam membantu menjalankan pemilu AS yang aman pada 2018 dan 2020, telah mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa ia mengharapkan untuk diberhentikan. Hal itu diungkap tiga sumber yang mengetahui diskusi internal.
Lihat Juga :