Australia: AS Selalu Diperkenankan Kembali ke Perjanjian Iklim Paris
Selasa, 10 November 2020 - 00:34 WIB
Kesepakatan iklim Paris, yang mulai berlaku pada 4 November 2016, bertujuan untuk menjaga kenaikan suhu rata-rata global di bawah 2 derajat Celcius (3,6 derajat Fahrenheit) di atas tingkat pra-industri dengan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Seperti diketahui, pekan lalu pemerintahan Donald Trump secara resmi menarik diri dari kesepakatan Paris. Biden, yang dinyatakan sebagai pemenang pemilihan berdasarkan hitung cepat, telah berjanji bahwa dia akan bergabung kembali dengan kesepakatan tersebut dan memimpin AS menuju netralitas karbon pada tahun 2050.
Pernyataan Biden telah berkontribusi pada tekanan pada pemerintah Australia untuk mendorong upaya mengekang emisi karbon dan berkomitmen pada netralitas karbon pada pertengahan abad ini. ( Baca juga: Kekuasaan Trump Tinggal 73 Hari, Ini Wewenang Tanpa Batasnya )
Seperti diketahui, pekan lalu pemerintahan Donald Trump secara resmi menarik diri dari kesepakatan Paris. Biden, yang dinyatakan sebagai pemenang pemilihan berdasarkan hitung cepat, telah berjanji bahwa dia akan bergabung kembali dengan kesepakatan tersebut dan memimpin AS menuju netralitas karbon pada tahun 2050.
Pernyataan Biden telah berkontribusi pada tekanan pada pemerintah Australia untuk mendorong upaya mengekang emisi karbon dan berkomitmen pada netralitas karbon pada pertengahan abad ini. ( Baca juga: Kekuasaan Trump Tinggal 73 Hari, Ini Wewenang Tanpa Batasnya )
(esn)
Lihat Juga :