AS Tuding China dan Rusia Bekerja Sama Sebar Hoaks Corona
Sabtu, 09 Mei 2020 - 09:08 WIB
Global Engagement Center sebelumnya mengatakan bahwa ribuan akun media sosial yang terhubung dengan Rusia menyebarkan konspirasi tentang pandemi, termasuk menuduh bahwa virus yang pertama kali terdeteksi tahun lalu di kota metropolitan China, Wuhan, diciptakan oleh AS.
Menurut Global Engagement Center, China sekali lagi mengintensifkan kampanye daringnya untuk mempertahankan penanganan pandemi, yang telah menewaskan sekitar 270 ribu orang di seluruh dunia, dan mengkritik AS.
"Beijing beradaptasi secara real time dan semakin menggunakan teknik yang telah lama dipekerjakan oleh Moskow," kata Gabrielle.
"China semakin banyak menggunakan jaringan bot untuk memperkuat pesannya," imbuh Gabrielle.
Ia mengatakan bahwa akun diplomatik resmi China tiba-tiba terjadi peningkatan pada akhir Maret, dengan menambahkan sekitar 30 pengikut baru setiap hari menjadi lebih dari 720, seringkali berasal dari akun yang baru dibuat.
Menurut Global Engagement Center, China sekali lagi mengintensifkan kampanye daringnya untuk mempertahankan penanganan pandemi, yang telah menewaskan sekitar 270 ribu orang di seluruh dunia, dan mengkritik AS.
"Beijing beradaptasi secara real time dan semakin menggunakan teknik yang telah lama dipekerjakan oleh Moskow," kata Gabrielle.
"China semakin banyak menggunakan jaringan bot untuk memperkuat pesannya," imbuh Gabrielle.
Ia mengatakan bahwa akun diplomatik resmi China tiba-tiba terjadi peningkatan pada akhir Maret, dengan menambahkan sekitar 30 pengikut baru setiap hari menjadi lebih dari 720, seringkali berasal dari akun yang baru dibuat.
Lihat Juga :