Iran Tak Peduli Trump atau Biden yang Menang Pilpres AS

Selasa, 03 November 2020 - 09:38 WIB


Pekan lalu, juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiyee, membuat pernyataan serupa. Dia mengatakan Teheran tidak peduli capres partai mana yang akan menjadi presiden AS berikutnya, selama mereka mengambil langkah untuk memulihkan partisipasi Washington dalam kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran.

Juru bicara itu mencatat, bagaimanapun, bahwa AS harus menebus semua kerusakan yang ditimbulkan oleh penarikan Washington pada 2018 dari kesepakatan nuklir tersebut.

"Tidak ada bedanya bagi kami presiden mana di AS yang akan memutuskan untuk kembali ke kesepakatan nuklir dan berhenti mengganggu kepatuhan aktor lain dengan usaha mereka. Setiap presiden yang membuat keputusan seperti itu akan disambut," kata Rabiyee.

Capres Partai Demokrat Joe Biden telah mempertimbangkan untuk menggunakan kesepakatan nuklir Iran 2015 yang ditinggalkan sebagai "titik awal" untuk negosiasi baru dengan Iran mengenai masalah tersebut.

Pernyataan Khatibzadeh muncul sehubungan dengan tuduhan yang dibuat oleh Direktur Intelijen Nasional AS yang ditunjuk Trump, John Ratcliffe, yang menuduh Iran berusaha memengaruhi hasil pemilu AS dengan mengirim email yang dirancang untuk "mengintimidasi pemilih".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!