Setelah Sebut Butuh Perawatan Mental, Erdogan Kini Sebut Macron 'Tersesat'

Senin, 26 Oktober 2020 - 02:51 WIB
"Komentar Presiden Erdogan tidak dapat diterima. Perbuatan yang keterlaluan dan kekasaran bukanlah metode. Kami menuntut agar Erdogan mengubah arah kebijakannya karena berbahaya dalam segala hal," kata pejabat itu. ( Baca juga: Macron Dihina Erdogan, Prancis Tarik Dubes dari Turki )

Ketegangan antara Erdogan dan Macron bermula saat pemimpin Prancis itu menggambarkan Islam sebagai agama "dalam krisis" di seluruh dunia dan mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengajukan rancangan undang-undang pada bulan Desember untuk memperkuat undang-undang 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara di Prancis.

Macron juga mengumumkan pengawasan sekolah yang lebih ketat dan kontrol yang lebih baik atas pendanaan masjid dari luar negeri. ( Baca juga: Erdogan: Macron Perlu Perawatan Mental Terkait Sikapnya pada Muslim )

Erdogan kemudian menyebut dorongan Macron untuk mereformasi institusi Islam di negara itu tidak lain adalah upaya untuk menyerang Muslim. "Mereka yang peduli dengan kebangkitan Islam menciptakan krisis yang mereka gunakan sebagai alasan untuk menyerang Islam dan menutupi kegagalan mereka sendiri," ucap Erdogan.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!