Jumlah Tentara Armenia yang Tewas di Karabakh Bertambah Jadi 963 Orang

Minggu, 25 Oktober 2020 - 02:02 WIB
Pejabat lokal menuduh pasukan Azerbaijan menyerang gedung-gedung di Stepanakert, kota terbesar di wilayah itu. Tuduhan itu disangkal Baku.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo bertemu secara terpisah dengan menlu Azerbaijan dan Armenia pada Jumat dalam upaya baru untuk mengakhiri hampir sebulan pertumpahan darah. Presiden Rusia Vladimir Putin menduga konflik itu telah menewaskan 5.000 orang. (Baca Juga: Pertempuran Baru Pecah di Nagorno-Karabakh Setelah Perundingan)

Runtuhnya dua gencatan senjata yang ditengahi Rusia telah meredupkan prospek berakhirnya pertempuran yang terjadi sejak pada 27 September di Nagorno-Karabakh. (Lihat Infografis: Putra Mahkota Saudi Akan Dibunuh Jika Normalisasi dengan Israel)

Pasukan Azerbaijan mengatakan mereka telah menambah kontrol wilayah, termasuk menguasai perbatasan dengan Iran. Klaim ini dibantah Armenia. Pemerintahan etnis Armenia Nagorno-Karabakh mengatakan pasukannya telah menangkis serangan Azerbaijan. (Lihat Video: Prabowo: Lahan Berkurang, Apa Rakyat Mau Dikasih Makan Beton?)

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan kepada surat kabar Prancis Le Figaro bahwa Azerbaijan siap duduk untuk negosiasi, tetapi menyalahkan tindakan Armenia atas berlanjutnya permusuhan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!