Akses Data Pemilih, AS Tuding Iran dan Rusia Coba Kacaukan Pilpres

Kamis, 22 Oktober 2020 - 10:56 WIB
AS sebut Iran dan Rusia telah mengakses data pemilih untuk mengacaukan pilpres. Foto/Ilustrasi
WASHINGTON - Pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa Iran dan Rusia telah mengintervensi pemilihan presiden (pilpres) . Kedua negara itu disebut telah mengakses data pemilih dan mengirimkan email palsu yang memicu ketakutan dan keresahan di masyarakat.

Direktur Intelijen Nasional AS, John Ratcliffe mengatakan, Iran telah mengirim email palsu yang dirancang untuk mengintimidasi pemilih, menghasut kerusuhan sosial, dan merusak Presiden Trump. Dia menyebut bahwa telah ada laporan terkait email ini dalam 24 jam terakhir



Ratcliffe mengatakan Iran juga telah mendistribusikan konten video yang menyiratkan bahwa seseorang dapat melakukan kecurangan dalam surat suara, bahkan dari luar negeri. Informasi dalam video itu tidak benar, Ratcliffe menekankan, seraya menambahkan bahwa warga Amerika dapat mempercayai bahwa suaranya aman.

"Tindakan ini adalah upaya putus asa oleh musuh yang putus asa," ujarnya seperti dilansir dari CBS News, Kamis (22/10/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!