Kembali Terpilih, Mayoritas di Parlemen Jadi Tantangan Terbesar PM Ardern

Senin, 19 Oktober 2020 - 09:35 WIB
Pemimpin Partai Nasional Judith Collins mengucapkan selamat kepada Ardern dan berjanji akan menjadikan partainya sebagai “oposisi yang keras”. “Tiga tahun akan menjadikan mata gelap,” katanya berkaitan dengan pemilu mendatang. Dia berjanji partainya akan segera kembali.

Sebelumnya tidak ada satu pun partai yang menang pemilu secara mayoritas di Selandia Baru sejak pemberlakuan sistem pemilu representasi proporsional anggota campuran pada 1996. Ardern sebelumnya berkampanye untuk mengembangkan kebijakan ramah iklim dan menaikkan pajak pagi orang kaya. Kemenangan Ardern tidak lepas dari kebijakan penanganannya yang tegas terhadap pandemi korona. (Baca juga: Kemendikbud akan Kembangkan SMK untuk Bangun Desa)

Kemenangan itu menjadikan Ardern , 40, dapat membentuk pemerintahan partai tunggal pertama dalam beberapa dekade. Dia juga harus menghadapi tantangan untuk mewujudkan transformasi progresif yang dijanjikannya, tetapi gagal untuk mewujudkannya pada masa jabatan pertamanya.

"Ini adalah perubahan bersejarah," kata pakar politik Bryce Edwards dari Universitas Victoria di Wellington. Dia mengungkapkan pemilu tersebut menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah pemilihan umum Selandia Baru dalam 80 tahun.

Dengan Partai Buruh meraih lebih dari setengah kursi, Ardern dapat membentuk pemerintahan partai tunggal pertama di bawah sistem saat ini. "Orang-orang sangat bersyukur dan sangat senang dengan cara kami menangani Covid, mereka menyukai bentuk rencana yang kami buat dari sini untuk perekonomian," kata Menteri Keuangan Grant Robertson, seorang anggota parlemen dari Partai Buruh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!