PM Palestina: Tuhan Bantu Kami Jika Trump Menang Pemilu

Rabu, 14 Oktober 2020 - 14:26 WIB
Komentar itu menunjukkan keputusasaan Palestina setelah serangkaian langkah kontroversial oleh Washington, termasuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada akhir 2017 dan memindakan kedutaan besar AS ke sana. (Lihat Video: 50 Juta Vaksin Asal Inggris Dipesan Pemerintah Indonesia)

Para pemimpin Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan Palestina. Palestina juga menganggap AS tidak lagi menjadi mediator yang jujur dalam negosiasi dengan Israel.

Setelah itu, AS menutup kantor misi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington sebagai respon atas penolakan Otoritas Palestina untuk mengikuti perundingan dengan Israel yang dipimpin AS.

Trump juga memangkas ratusan juta dolar bantuan AS untuk Palestina dan awal tahun ini mengeluarkan rencana Timur Tengah yang ditolak Palestina karena dianggap terlalu menguntungkan Israel.

Rencana Trump itu akan menyetujui Israel mencaplok wilayah Tepi Barat, termasuk pemukiman Yahudi ilegal dan Lembah Yordan, memberi Israel perbatasan timur permanen sepanjang Sungai Yordan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!