AS Ungkap 80 Lokasi Milisi Syiah yang Hendak Diserang di Irak

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 01:02 WIB
“Semua tanda mengindikasikan bahwa kita menuju pada badai sempurna. Penarikan Amerika berarti ekonomi runtuh dalam dua pekan, diikuti keruntuhan politik dalam dua atau tiga bulan, lalu keruntuhan keamanan dan jatuhnya pemerintahan,” papar seorang politisi senior Irak. (Lihat Video: Preman Pengancam PNS Menggunakan Ular Diciduk Polisi)

Setelah pertemuan darurat antara Salih dan Perdana Menteri (PM) Mustafa Al-Kadhimi dan pejabat pemerintahan lainnya, diputuskan untuk mengirim Menteri Luar Negeri (Menlu) Fuad Hussein ke Iran pada 26 September untuk meminta Teheran mengendalikan berbagai kelompok milisi yang didukungnya.

Meski demikian, kepala blok politik Syiah mengklaim bahwa permintaan Iran adalah 40 hari gencatan senjata dan tak ada yang lain. “Iran menegaskan mereka tidak mendukung setiap serangan menargetkan misi diplomatik dan pemerintah Irak harus mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah serangan semacam itu,” tutur dia.

Menurut seorang komandan milisi, mereka tidak menerima pesan apapun dari Iran tentang isu ini. “Iran tidak akan campur tangan pada hal ini. Atau mereka akan mengontrol semua faksi bersenjata. Kami akan mendengar dari mereka, tapi itu tidak berarti kami melakukan semua yang mereka katakan,” ujar dia.

Dia mengklaim misi diplomatik tidak jadi target kecuali untuk AS karena melakukan aktivitas keamanan dan intelijen.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!