OPCW Temukan Novichok dalam Sampel Alexei Navalny
Selasa, 06 Oktober 2020 - 22:37 WIB
Kanselir Jerman, Angela Merkel, meminta pemerintah Rusia untuk melakukan penyelidikan penuh, dengan mengatakan tampaknya Navalny telah menjadi sasaran dari pandangan politiknya. Kasus ini telah menyebabkan hubungan yang sangat dingin dengan Moskow.
Merkel tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa sanksi dapat memengaruhi Nord Stream 2, pipa gas dari Rusia yang menjadi prioritas utama Kremlin.
Moskow mengatakan tidak memiliki bukti bahwa Navalny diracun dan para pejabat menyebut kasus itu diatur oleh dinas keamanan Barat, menuduh pemimpin oposisi itu mendapat instruksi dari badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA. (Baca juga: Kremlin Sebut CIA 'Bisiki' Navalny untuk Salahkan Putin )
Navalny sendiri telah keluar dari rumah sakit dan secara terbuka menyalahkan Presiden Rusia Vladimir Putin atas serangan itu. Namun Kremlin membantah tudingan itu dan menyebutnya sebagai penghinaan.(Baca juga: Navalny Sebut Putin Berada di Balik Peracunan Dirinya )
Merkel tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa sanksi dapat memengaruhi Nord Stream 2, pipa gas dari Rusia yang menjadi prioritas utama Kremlin.
Moskow mengatakan tidak memiliki bukti bahwa Navalny diracun dan para pejabat menyebut kasus itu diatur oleh dinas keamanan Barat, menuduh pemimpin oposisi itu mendapat instruksi dari badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA. (Baca juga: Kremlin Sebut CIA 'Bisiki' Navalny untuk Salahkan Putin )
Navalny sendiri telah keluar dari rumah sakit dan secara terbuka menyalahkan Presiden Rusia Vladimir Putin atas serangan itu. Namun Kremlin membantah tudingan itu dan menyebutnya sebagai penghinaan.(Baca juga: Navalny Sebut Putin Berada di Balik Peracunan Dirinya )
(ber)
Lihat Juga :