Ekstremis Denmark Kembali Bakar Al-Qur'an di Wilayah Komunitas Muslim

Senin, 05 Oktober 2020 - 11:34 WIB
"Apa yang kami lakukan hari ini adalah, kami mengatakan kebenaran tentang Islam karena banyak orang di Denmark tidak tahu tentang apa Islam itu, jadi kami ingin menjelaskan tentang apa Islam itu dan bahwa nilai-nilai dan penilaian Islam itu sangat, sangat bertentangan dengan nilai-nilai Denmark Eropa Barat," kata Paludan, seperti dalam rekaman video yang dilansir Russia Today, kemarin. (Baca juga: Al-Qur'an Terus Dibakar, Umat Islam Swedia Minta Konstitusi Diubah )

Partai sayap kanan yang didirikan pada tahun 2017 itu telah berulang kali melakukan aksi serupa di Denmark, serta di negara-negara Nordik lainnya. Sebelumnya, mereka melakukan tindakan serupa di Malmo, Swedia.

Paludan sendiri tela dilarang memasuki Swedia selama dua tahun setelah dia mengumumkan acara pembakaran Al-Qur'an. Namun, para pendukungnya melanjutkan aksi tersebut tanpa pemimpin mereka. Aksi itu memicu reaksi yang sangat marah di antara populasi Muslim Malmo, yang mengakibatkan protes yang dengan cepat berubah menjadi kerusuhan hebat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!