Laporan RIAC: Rusia, Turki, dan Iran Sepakat Singkirkan Presiden Assad
Rabu, 06 Mei 2020 - 05:01 WIB
“Sejak awal intervensi militer di Suriah, Moskow berupaya menghindari dianggap sebagai pembela Assad, berbagai negosiasi menekankan rakyat Suriah akan memutuskan apakah Assad masih atau tidak untuk tetap berkuasa,” ungkap laporan itu, dilansir Middle East Monitor.
“Rusia menjadi lebih serius tentang membuat perubahan di Suriah, paling tidak karena melindungi Assad telah menjadi penghalang,” papar laporan RIAC.
Kantor berita Rusia, TASS menyatakan, “Rusia memperkirakan Assad tidak hanya tak bisa memimpin negara itu lagi, tapi juga kepala rezim Suriah itu menyeret Moskow menuju skenario Afghanistan, yang sangat tidak diharapkan Rusia.”
TASS juga menjelaskan, “Iran yang menderita akibat sanksi Amerika Serikat (AS), tidak tertarik mencapai stabilitas di seluruh kawasan, karena mempertimbangkan pertarungannya dengan Washington.”
TASS mempertimbangkan, meski Moskow siap menggunakan Assad untuk negosiasi kesepakatna yang menjamin kepentingannya, ini mengorbankan rakyat Suriah untuk menjamin Assad tetap berkuasa.
“Rusia menjadi lebih serius tentang membuat perubahan di Suriah, paling tidak karena melindungi Assad telah menjadi penghalang,” papar laporan RIAC.
Kantor berita Rusia, TASS menyatakan, “Rusia memperkirakan Assad tidak hanya tak bisa memimpin negara itu lagi, tapi juga kepala rezim Suriah itu menyeret Moskow menuju skenario Afghanistan, yang sangat tidak diharapkan Rusia.”
TASS juga menjelaskan, “Iran yang menderita akibat sanksi Amerika Serikat (AS), tidak tertarik mencapai stabilitas di seluruh kawasan, karena mempertimbangkan pertarungannya dengan Washington.”
TASS mempertimbangkan, meski Moskow siap menggunakan Assad untuk negosiasi kesepakatna yang menjamin kepentingannya, ini mengorbankan rakyat Suriah untuk menjamin Assad tetap berkuasa.
Lihat Juga :