Perang Sengit, Azerbaijan Hancurkan Sistem Rudal S-300 Armenia

Kamis, 01 Oktober 2020 - 06:55 WIB
Pada 27 September, pihak Baku mengatakan bahwa Armenia telah menembaki posisi tentara Azerbaijan. Sebaliknya, pihak Yerevan mengklaim bahwa Angkatan Bersenjata Azerbaijan telah melancarkan serangan ke arah Nagorno-Karabakh, menembaki daerah berpenduduk, termasuk ibu kota; Stepanakert. Kedua belah pihak melaporkan adanya korban jiwa, termasuk di antara warga sipil.

Otoritas Armenia mengumumkan darurat militer dan mengumumkan mobilisasi pasukan. Azerbaijan juga mengumumkan darurat militer di seluruh wilayahnya dan mengumumkan mobilisasi pasukan secara parsial. (Baca juga: Konflik Memanas, Armenia Ancam Azerbaijan dengan Rudal Iskander Rusia )

Konflik antara Armenia dan Azerbaijan pernah pecah pada Februari 1988. Keduanya memperebutkan dataran tinggi Nagorno-Karabakh, wilayah sengketa yang pernah menjadi bagian dari Azerbaijan sebelum pecahnya Uni Soviet. Namun, wilayah yang dikendalikan oleh etnis Armenia itu mengumumkan pemisahan dirinya dari Republik Sosialis Soviet Azerbaijan.

Pada 1992-1994, ketegangan memuncak dan meletus menjadi aksi militer skala besar setelah Azerbaijan kehilangan kendali atas Nagorno-Karabakh.

Pembicaraan tentang penyelesaian sengketa Nagorno-Karabakh telah berlangsung sejak tahun 1992 di bawah OSCE Minsk Group, yang dipimpin oleh tiga negara—Rusia, Prancis dan Amerika Serikat (AS).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!