COVID-19 Kian Parah, Turki Didesak Bebaskan Pendukung Gulen dari Penjara

Rabu, 15 April 2020 - 14:23 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto/REUTERS/Umit Bektas
ANKARA - Rezim pemerintah Presiden Tayyip Erdogan yang berkuasa di Turki didesak untuk membebaskan para jurnalis dan pendukung ulama Fethullah Gulen dari penjara. Desakan yang disuarakan kelompok hak asasi manusia (HAM) itu muncul ketika pandemi virus corona baru, COVID-19, di negara tersebut semakin parah.

Amnesty Internasional dan Human Rights Watch (HRW) telah memperingatkan Erdogan untuk tidak mendiskriminasi pembebasan para tahanan, khususnya pada mereka yang dipenjara atas tuduhan yang dibuat-buat. HRW menilai jika wabah COVID-19 meluas di penjara, maka akan menjadi bencana kemanusiaan.



Hingga kemarin, angka kematian harian akibat COVID-19 di Turki telah melampaui 100 orang untuk pertama kalinya sejak pandemi terjadi. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca, Selasa (14/4/2020).

Koca dalam konferensi pers yang disiarkan televisi mengatakan Turki merilis data 107 kematian dan 4.062 kasus baru COVID-19 dalam tempo 24 jam. Dengan tambahan itu, kini jumlah korban meninggal akibat virus corona di Turki menjadi 1.403 orang dengan total jumlah kasus positif COVID lebih dari 65.000.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!