Bertemu Pemimpin Oposisi Belarusia, Macron Janjikan Bantuan

Selasa, 29 September 2020 - 19:36 WIB
Kenyataan bahwa Moskow telah menyatakan pihaknya terus mendukung Lukashenko sebagai pemimpin sekutu terdekat Rusia membuat Barat harus menyeimbangkan simpatinya terhadap gerakan pro-demokrasi dengan keengganannya memprovokasi Moskow.

Pada hari Senin, Macron mendesak otoritas Belarusia untuk menghentikan penangkapan yang melanggar hukum, membebaskan pengunjuk rasa yang ditahan secara sewenang-wenang, dan menghormati hasil pemilu.

Sejauh ini, Uni Eropa telah gagal memberlakukan sanksi paling ringan yang diancamnya terhadap Belarusia: daftar sekitar 40 pejabat yang akan terkena larangan perjalanan dan pembekuan aset.(Baca juga: Inggris Berencana Sanksi Belarusia atas Dugaan Pelanggaran HAM )

Pada hari yang sama, Macron diharapkan untuk mengunjungi tentara Prancis yang bertugas sebagai bagian dari kelompok pertempuran NATO di kota Rukla di Lituania.

Pemimpin Prancis telah mempromosikan dialog strategis dengan Rusia dan mengkritik NATO. Dia ingin menunjukkan kepada negara-negara Eropa timur bahwa Prancis tetap berkomitmen pada keamanan mereka.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!