Inggris Berencana Sanksi Belarusia atas Dugaan Pelanggaran HAM

Kamis, 24 September 2020 - 22:40 WIB
loading...
Inggris Berencana Sanksi...
Inggris dilaporkan sedang mempersiapkan sanksi Magnitsky terhadap sejumlah individu di Belarusia. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Inggris dilaporkan sedang mempersiapkan sanksi Magnitsky terhadap sejumlah individu di Belarusia . London mengatakan, mereka akan berkoordinasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Kanada mengenai hal ini.

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengatakan bahwa ada pelanggaran HAM serius di Belarusia, yang dilakukan oleh pemerintahan Alexander Lukashenko. Raab juga mengatakan bahwa London tidak mengakui Lukashenko karena memenangkan pemilihan umum secara curang. ( Baca juga: Uji Vaksin Covid, Inggris Akan Tulari Relawan dengan Virus Corona )

"Mengingat pelantikan Lukashenko yang curang dalam pemilu, saya telah mengarahkan tim sanksi FCDO (kantor luar negeri) untuk menyiapkan sanksi Magnitsky bagi mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang serius," ucap Raab.

"Kami sedang berkoordinasi dengan AS dan Kanada untuk menyiapkan daftar yang sesuai sebagai masalah yang mendesak," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (24/9/2020).

Dia mengatakan, seluruh individu potensial sedang dipertimbangkan untuk dikenakan sanksi, tetapi tidak menyebutkan nama. ( Baca juga: AS: Lukashenko Bukan Pemimpin Belarusia yang Sah )

Sanksi Magnitsky dinamai berdasar pengacara Rusia, Sergei Magnitsky yang ditangkap pada 2008 setelah menuduh pejabat Rusia terlibat dalam penipuan pajak skala besar. Magnitsky meninggal di penjara Moskow pada 2009 setelah mengaku mendapatkan penganiayaan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Krisis Global Jadi Topik...
Krisis Global Jadi Topik Hangat Simulasi Sidang PBB di Bangkok, Delegasi Indonesia Mendominasi
Rekomendasi
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Carlo Biado Juara Indonesia...
Carlo Biado Juara Indonesia International Open 2026
Berita Terkini
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Giliran Lithuania Akan...
Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
Para Pelayat Ayatollah...
Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'
5 Pesan Penting dari...
5 Pesan Penting dari Iran saat Pemakaman Khamenei, Balas Dendam hingga Pemerintahan yang Solid
Infografis
Dunia Diam saat Gaza...
Dunia Diam saat Gaza Menderita Pelanggaran HAM Paling Keji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved