Taiwan Perlihatkan Rudal Jelajah '10.000 Pedang' yang Mampu Hantam China
Jum'at, 25 September 2020 - 00:00 WIB
Dalam pertemuan itulah tayangan dari Formosa TV Taipei menunjukkan tampilan senjata di dekat hanggar yang mencakup beberapa rudal jelajah Wan Chien yang dibawa oleh pesawat tempur F-CK-1C/D IDF Angkatan Udara.
Menurut sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Amerika Serikat (AS), yang dikutip The Drive, Kamis (24/9/2020), Wan Chien adalah rudal jelajah buatan dalam negeri yang memiliki jangkauan 150 mil. Jangkauan sejauh itu menempatkan daratan China, termasuk kota metropolitan Xiamen, dalam jarak yang sangat dekat untuk dihantam. (Baca: Mampukah S-400 Rusia di China Rontokkan Rudal AS di Taiwan )
Di samping rudal jelajah yang ditampilkan adalah rudal anti-kapal AGM-84 Harpoon, yang digunakan jet tempur Taiwan untuk melakukan patroli dalam beberapa bulan terakhir. Harpoon adalah misil buatan AS dan dijual kepada pemerintah Taiwan melalui hubungan pintu belakang yang digunakan Washington untuk menjaga Taipei tetap independen dariBeijing.
Republik Rakyat China (RRC) masih mengklaim Taiwan yang memiliki nama resmi Republik China, meski pulau itu sudah memerintah sendiri sejak 1949 atau usai perang saudara China.
Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, dukungan AS untuk Taiwan telah membengkak, bersamaan dengan meningkatnya permusuhan antara Washington dan Beijing di sejumlah bidang. Dua dari kesepakatan senjata terbesar AS dengan Taiwan telah ditandatangani atau diusulkan dalam dua tahun terakhir, yakni pembelian pesawat tempur F-16V “Viper” canggih senilai USD8 miliar dan penjualan senjata senilai USD7 miliar yang sekarang sedang dibahas oleh Kongres Amerika. (Baca: Operasikan 2.500 Pesawat dan S-400 Rusia, AS Anggap China Ancaman Besar )
Menurut sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Amerika Serikat (AS), yang dikutip The Drive, Kamis (24/9/2020), Wan Chien adalah rudal jelajah buatan dalam negeri yang memiliki jangkauan 150 mil. Jangkauan sejauh itu menempatkan daratan China, termasuk kota metropolitan Xiamen, dalam jarak yang sangat dekat untuk dihantam. (Baca: Mampukah S-400 Rusia di China Rontokkan Rudal AS di Taiwan )
Di samping rudal jelajah yang ditampilkan adalah rudal anti-kapal AGM-84 Harpoon, yang digunakan jet tempur Taiwan untuk melakukan patroli dalam beberapa bulan terakhir. Harpoon adalah misil buatan AS dan dijual kepada pemerintah Taiwan melalui hubungan pintu belakang yang digunakan Washington untuk menjaga Taipei tetap independen dariBeijing.
Republik Rakyat China (RRC) masih mengklaim Taiwan yang memiliki nama resmi Republik China, meski pulau itu sudah memerintah sendiri sejak 1949 atau usai perang saudara China.
Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, dukungan AS untuk Taiwan telah membengkak, bersamaan dengan meningkatnya permusuhan antara Washington dan Beijing di sejumlah bidang. Dua dari kesepakatan senjata terbesar AS dengan Taiwan telah ditandatangani atau diusulkan dalam dua tahun terakhir, yakni pembelian pesawat tempur F-16V “Viper” canggih senilai USD8 miliar dan penjualan senjata senilai USD7 miliar yang sekarang sedang dibahas oleh Kongres Amerika. (Baca: Operasikan 2.500 Pesawat dan S-400 Rusia, AS Anggap China Ancaman Besar )
Lihat Juga :