Korban Meninggal Akibat Covid-19 di AS Lewati Angka 200 Ribu

Rabu, 23 September 2020 - 11:30 WIB
Trump mengatakan bahwa jumlah kematian terbaru adalah hal yang mengerikan dan mengklaim China seharusnya bisa menghentikan penyebaran virus ini.

Dia juga mempertahankan rekornya, dengan menyatakan bahwa jika AS tidak mengambil tindakan, jumlah kematian akibat Covid-19 akan mencapai dua juta, 2,5 atau tiga juta.

AS mengumumkan kasus virus korona pertama yang dikonfirmasi pada 21 Januari. Ketika 15 kasus dilaporkan di negara itu, Trump memperkirakan bahwa jumlahnya akan "mendekati nol" dalam beberapa hari.

Pada bulan Maret, dia mengatakan jika kematian antara 100.000 dan 200.000, negara telah melakukan pekerjaan yang sangat baik.

Tetapi pada bulan April, AS telah menjadi episentrum pandemi, melebihi jumlah kasus di China, tempat virus bermula, dan Italia, negara Eropa yang paling terpukul pada saat itu.

New York adalah daerah yang paling parah terkena dampak pada awal-awal wabah, pada satu titik melaporkan lebih banyak kasus virus Corona yang dikonfirmasi daripada negara mana pun di luar AS. Hal ini menimbulkan beban yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pekerja darurat dan staf medis di garis depan.

Sementara kasus-kasus Covid-19 di New York mengalami penurunan, di negara lain justru mengalami peningkatan.

Trump mengatakan kepada para pemilih awal bulan ini bahwa tindakannya di awal wabah "sangat kuat".

Dia mengutip larangan pelancong asing yang baru-baru ini berada di China yang mulai berlaku pada awal Februari, dan larangan pelancong dari negara-negara Eropa pada bulan berikutnya sebagai bukti usahanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!