Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?

Senin, 27 Juli 2026 - 15:45 WIB
Kaushal berpendapat bahwa ini lebih tepat dipahami sebagai "evolusi konvergen" antara dua militer yang menghadapi tantangan medan perang yang serupa daripada bukti jelas bahwa Moskow telah secara langsung mentransfer taktik ke Teheran.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa serangkaian serangan Iran yang akurat terhadap situs-situs CIA di Teluk mendorong beberapa analis AS untuk mempertanyakan apakah Rusia telah berbagi intelijen dengan Teheran, meskipun laporan tersebut menekankan bahwa hipotesis tersebut masih bersifat sementara.

Lalu, bagaimana bukti tersebut memengaruhi gambaran yang lebih besar? Menteri Perang AS Pete Hegseth pekan lalu mengatakan kepada Kongres bahwa baik Rusia maupun China membantu Iran "sampai batas tertentu".

Namun, Presiden Donald Trump tampaknya meremehkan kekhawatiran tersebut, dengan mengatakan bahwa Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi telah meyakinkannya bahwa mereka tidak akan memasok senjata ke Teheran.

Meskipun kerja sama antara Iran, Rusia, China, dan Korea Utara semakin meningkat, para analis memperingatkan agar tidak menganggap keempat negara tersebut sebagai aliansi militer formal.

Matthew Savill, direktur ilmu militer di RUSI, mengatakan kepada The Guardian bahwa ada "semacam kolaborasi di sana", tetapi mengatakan bahwa hal itu tidak menghasilkan "manfaat bersih besar-besaran seperti yang dihasilkan NATO".

Meskipun bukti menunjukkan perluasan kerja sama teknologi, ekonomi, dan strategis antara Teheran, Moskow, dan Beijing, apakah hal itu berarti partisipasi militer aktif dalam kampanye Iran masih menjadi bahan perdebatan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!