AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Kamis, 23 Juli 2026 - 14:27 WIB
Sekarang, kata Golan, Israel mungkin menghadapi "kenyataan berbahaya" di mana Arab Saudi dapat memiliki program nuklir tanpa pengawasan. "Netanyahu telah melemahkan Israel secara militer dan politik," ujarnya.
Golan mengatakan bahwa Netanyahu telah mengubah Israel menjadi negara paria yang hanya menonton dari pinggir lapangan. "Sementara pihak lain membuat keputusan yang akan memengaruhi keamanannya selama beberapa dekade mendatang," paparnya.
Benny Gantz, pemimpin partai sayap kanan Blue and White, juga mengatakan kesepakatan yang muncul itu membahayakan keamanan Israel. "Pemerintahan ekstremis Netanyahu terus-menerus melewatkan kesempatan untuk mengubah Timur Tengah," ujarnya.
Wall Street Journal menyebut momen kesepakatan nuklir AS-Arab Saudi sebagai kemenangan besar bagi Riyadh. Menurut laporan media tersebut, kesepakatan 30 tahun itu bernilai puluhan miliar dolar dan diharapkan akan memberikan peran utama kepada perusahaan-perusahaan AS dalam membangun infrastruktur nuklir Arab Saudi, sambil membatasi keterlibatan perusahaan asing lainnya.
Laporan lain dari Reuters pada Kamis (23/7/2026) menyebutkan bahwa kesepakatan nuklir ini akan memungkinkan Arab Saudi untuk memperkaya uranium dan memproses bahan bakar atom bekas. Hal inilah yang membuat beberapa anggota parlemen AS dan negara-negara regional khawatir tentang proliferasi senjata.
Washington dan Riyadh telah bertahun-tahun membahas kesepakatan kerja sama nuklir yang akan memberi Arab Saudi akses ke teknologi AS dan perusahaan Amerika kesempatan untuk memenangkan kontrak besar untuk fasilitas energi atom Saudi.
Seperti biasa, akses ke teknologi nuklir memicu kekhawatiran tentang keamanan, proliferasi senjata, dan komplikasi politik di wilayah Timur Tengah yang rawan konflik.
Seperti semua penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, Arab Saudi telah berkomitmen untuk tidak mengembangkan bom atom dan menyetujui inspeksi internasional. Tetapi Washington secara tradisional mencari perlindungan tambahan.
Pemerintahan Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa kesepakatan tersebut telah diajukan ke Kongres AS. Para anggota parlemen memiliki 90 hari sidang untuk mencegahnya berlaku, tetapi hanya jika mereka mendapatkan mayoritas dua pertiga untuk mengatasi veto presiden.
Golan mengatakan bahwa Netanyahu telah mengubah Israel menjadi negara paria yang hanya menonton dari pinggir lapangan. "Sementara pihak lain membuat keputusan yang akan memengaruhi keamanannya selama beberapa dekade mendatang," paparnya.
Benny Gantz, pemimpin partai sayap kanan Blue and White, juga mengatakan kesepakatan yang muncul itu membahayakan keamanan Israel. "Pemerintahan ekstremis Netanyahu terus-menerus melewatkan kesempatan untuk mengubah Timur Tengah," ujarnya.
Wall Street Journal menyebut momen kesepakatan nuklir AS-Arab Saudi sebagai kemenangan besar bagi Riyadh. Menurut laporan media tersebut, kesepakatan 30 tahun itu bernilai puluhan miliar dolar dan diharapkan akan memberikan peran utama kepada perusahaan-perusahaan AS dalam membangun infrastruktur nuklir Arab Saudi, sambil membatasi keterlibatan perusahaan asing lainnya.
Laporan lain dari Reuters pada Kamis (23/7/2026) menyebutkan bahwa kesepakatan nuklir ini akan memungkinkan Arab Saudi untuk memperkaya uranium dan memproses bahan bakar atom bekas. Hal inilah yang membuat beberapa anggota parlemen AS dan negara-negara regional khawatir tentang proliferasi senjata.
Washington dan Riyadh telah bertahun-tahun membahas kesepakatan kerja sama nuklir yang akan memberi Arab Saudi akses ke teknologi AS dan perusahaan Amerika kesempatan untuk memenangkan kontrak besar untuk fasilitas energi atom Saudi.
Seperti biasa, akses ke teknologi nuklir memicu kekhawatiran tentang keamanan, proliferasi senjata, dan komplikasi politik di wilayah Timur Tengah yang rawan konflik.
Seperti semua penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, Arab Saudi telah berkomitmen untuk tidak mengembangkan bom atom dan menyetujui inspeksi internasional. Tetapi Washington secara tradisional mencari perlindungan tambahan.
Pemerintahan Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa kesepakatan tersebut telah diajukan ke Kongres AS. Para anggota parlemen memiliki 90 hari sidang untuk mencegahnya berlaku, tetapi hanya jika mereka mendapatkan mayoritas dua pertiga untuk mengatasi veto presiden.
Lihat Juga :